Rabu, 30 Januari 2013

I miss U....My Sister

Special for My Sister
(Mbak Parinah)

Ni bukan fotoku bersama mbak Parinah
Saat lebaran tahun 2013


Dari kecil aku terlahir kembar. Artinyaaaaaaaaaa.....sejak di kandungan ibu, aku sudah ada temannya loch,,hehehe. Teman ngobrol (mang bayi udah bisa ngobrol ya???hehehe), teman berebut makanan di dalam perut ibu, teman bermain (soalnya ibu pernah cerita, saat di kandungan kami itu seringnya tendang2an di dalam perut...uhhmmm kasian juga ya ibu.).Dan saat keluarpun kami bergantian, tidak langsung bareng. Kami pingsut dulu, siapa yang menang nanti yang keluar duluan..hahahaha. Akhirnya yang menang adalah Edah.(gag kog bercanda....tu takdir looch..hehehe). Sampai sekarangpun Edah menjadi kakakku.
Mbak Edah panggilanku untuk dia. Karena sejak kecil ibu senantiasa mengajari kami untuk memanggil orang yang lebih tua itu mbak / mas. Yaaaa....begitulah. My parent is the best. Walaupun orang-orang Jawa mengatakan kalau yang lahir duluan itu adiknya, tapi prinsip keluarga kami tu beda. Tetap za yang lahir duluan itu kakak. Uhmmm....itu gag perlu dijadikan permasalahan, Bapak dan Mama tetap bersyukur anaknya bisa lahir dengan selamat. Hingga akhirnya kita dinamai dengan nama special yaitu "SITI ZUBAEDAH & SITI ZULAEKHAH". Semoga kami menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada orang tua dan bisa menebar manfaat di manapun dan kapanpun berada.Aamiin.
Saat kecil aku dan dia kemanapun bersama-sama, bajunya sama, makanan sama, boneka sama, tas sama, tempat minum sama, pokoknya serba sama. Jika ada satu saja yang berbeda, pasti diantara kami da yang brontak. Tapi seringnya aku yang paling bandel. Suka menkritisi barang-barang kami yang berbeda, sehingga aspirasi tersebut disampaikan ke ortu. Daaaaan....ortupun sampai paham kalau aku itu anak yang paling bandel. Tapi apapun itu,,bandelnya tetap positif loch....Sebenarnya Mbak Edahpun mau ngomong, tapi dia takut..hehehe (peace mbak....^_^).
Dari kecil emang Bapak dan Mama senantiasa sibuk dan jarang ada waktu buat kami. Sehinga kedua kakakku Mbak Eli dan Mbak Titin hidup mandiri. Tapiiiii...tenang za ada mbak Par yang senantiasa menemani dan  membantu kami dalam segala hal. Mba Parinah, nama panjang beliau. Beliau adalah orang yang mengasuh aku dan kembaranku sejak kecil. Tapi ngasuhnya cuma siang, saat ortu sibuk bekerja. Saat sore menjelang maghrib, ortu kan udah pulaang,,jadi diserahkan ke ortu.(emangnya piala bergilir diserahkan...hehehe). Sosok mbak Par adalah orang yang penyabar, menghadapi aku dan kembaranku  serta kedua kakakku  Mbak Eli dan Mbak Titin.
Masa kecil kami sangat bahagia, walaupun banyak teman2 kecil kami yang sering pamer cerita tentang jalan-jalan bareng orang tua mereka masing2. Tetapi mbak Par tidak henti-hentinya menasehati kami bahwa Bapak dan Mama bekerja untuk kami juga. Untuk masa depan anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan kami sehari-hari. Gag pernah dibenak kami untuk menyalahkan orang tua. Kami bisa seperti ini juga karna orang tua.
Ketika ku menginjakkan umur 3-4 tahun. Kumulai belajar dengan mbak Par. Karena zaman dahulu belum belum ada Paud. Adanya hanya TK, dan itupun jika umurku sudah menginjak 5 tahun, baru bisa masuk TK.Uhmmmmm.....Mbak Par mengajariku menulis, menggambar,dan berbagai permainan anak-anak beliau juga ajarkan. Walaupun dia hanya lulusan SD, tapi beliau sangat pintar. Yang paling ku ingat dari beliau, Mbak Par selalu menyuruh kami untuk tidur siang. Jika waktu sudah menunjukkan pukul 11.00, Mbak melakukan aksinya seperti Satpol PP untuk  menertibkan alat bermainku dan menyuruh kami untuk bobo ciaaaaaaaaang...... -_-.
Kangeeeeeeeeeeeeen banget Mbak Par....
*Saat  tanggal 26 Mei 1996, usiaku sudah genap 5 tahun. Itu ultah terakhirku bersama Mbak Par. Dulu belum tahu apa itu ultah, dirayain sama gag dirayain itu sama saja menurutku. Tapi entah kenapa ultah tersebut menjadikan suatu yang berbeda. Gag taunya....sekitar bulan Juni, ketika aku dan kembaranku akan mendaftar di sekolah Taman Kanak-Kanak, mbak Par pun pamitan meninggalkan kami.
Sedih...sedih....dan sediiiiiih.........................................
*Hari pertama sekolah masih di antar mbak Par, tapi  saat pulang sekolah Mbak Par udah gag ada. Baju di almarinya udah kosong. Kamar beliau sudah tidak ada barang beliau satupun di dalamnya. Hanya ada kenangan beliau yang tersisa. Saat itu belum tau cara membalas budi beliau seperti apa. Lima tahun bersama beliau adalah waktu yang sedikit bagiku. Kebersamaan kami melebihi hubungan antara anak dan pengasuhnya. Beliau sosok kakak  yang luar biasa.Pengganti orang tua kami saat ortu bekerja.

Terimakasih Mbak Par....
Terakhir kita ketemu saat pernikahanmu 6 tahun yang lalu...
Contact Personmupun aku gag punya.
Sejak ibumu meninggal, aku dah gag tahu kemana bisa ketemu Mbak.
Kangen rasanya.
Nasehatmu dulu, masih teringat dibenakku.
Hingga aku bisa seperti ini.

Ya Alloh berikan kesehatan bagi Mbak Parinah.
Berikan yang terbaik bagi kehidupannya.
Semoga Mbak Parinah senantiasa bahagia dunia dan akhirat.
Aku belum bisa membalas kebaikannya kepada aku dan keluargaku.
Jika Engkau ijinkan, pertemukanlah aku denagn beliau.

Kami,
H.Sidik Arrohman & Keluarga
(Bapak, Mama,Mbak Titin, Mbak Eli, Mbak Edah, Ekha)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar