Senin, 20 Juni 2016

Membuat Proposal Hidup...^_^



Perkenalan Diri
            Nama saya Siti Zulaekhah, teman-teman biasa memanggil saya Ekha. Saya lahir pada tanggal 26 Mei 1991 di Desa Kalirejo RT 01/RW 03 Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Proponsi Jawa Tengah. Saya dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama Sofiyah dan Bapak saya bernama H. Sidik Arrohman. Saya adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara yang kebetulan semuanya putri. Saya terlahir kembar bersama saudara kembar saya yang bernama Siti Zubaedah.
            Perjalanan hidup saya mulai dari TK sampai SMA di Kebumen. Setelah SMA selesai saya menginginkan hidup mandiri, sehingga saya memilih kuliah di luar Kebumen. Sebelum saya masuk ke bangku kuliah saya merasakan wiyata bakti di SD Negeri 3 Kalirejo, tempat saya SD dulu. Di sanalah saya merasakan peran seorang guru.Hal tersebut berjalan hanya satu tahun. Tetapi saya sudah mendapatkan banyak pengalaman disana,seperti : mengajari adik-adik SD latihan Pesta Siaga, mengisi kegiatan pramuka, mengajari ekstrakurikuler computer, musik, dan drumband. Satu tahunpun berlalu, saatnya saya mencoba SNMPTN 2010. Saat itulah saya memilih PPKn FKIP UNS sebagai pilihan saya untuk melanjutkan studiku. Hingga sekarang saya sudah semester 6 dan hampir tiga tahun saya di solo.
            Sejak kecil saya bersama keluarga yang senang akan kegiatan-kegiatan social dan kerohanian Islam. Sehingga sejak saya menduduki bangku SMP, saya sudah belajar untuk mengajari adik-adik untuk mengaji seperti sekrang ini disebut TPA (Taman Pendidikan Al-Quran). Keasyikan saya di bidang social dan semua yang berhubungan dengan ana kecil membuat saya lebih menyenangkan dalam kehidupan ini. Sampai sekarangpun saya tetap melanjutkan keinginan saya untuk tetap menerjunkan diri ke bidang social. Mulai dari organisasi yang saya ikuti seperti : PINTU INDONESIA yang diasuh oleh Pak Indrawan Yepe, disitulah saya bisa merasakan suasana social yang melekat. Selain itu di BEM, LAZIS UNS, dan HMP, di sanalah saya juga menekuni bidang social juga. Di BEM di bidang pendididkan, mengurusi Dusun Binaan FKIP UNS yang menjurus untuk mengajari adik-adik dalam bimbel gratis, jdi bagi adik-adik yang butuh les tetapi tidak punya uang bisa ikut Dusbin. Di Lazis UNS, saya membidangi Anak Pintar, ranahnya juga sama ke bidang social dengan mengajari adik-adik untuk berkreasi dan bisa mengasah minat dan bakatnya.

Rencana Studi
            Sejak kecil saya ingin sekali bisa sekolah di luar negeri dan ingin mengasah kemampuan saya dalam berbahasa asing. Tujuan pertama saya ingin sekali ke Jepang. “Yamaguchi University” adalah tujuan saya ke sana. Saya di sana ingin mengambil Bidang Pemerintahan yang berhubungan Ilmu SI saya yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Akupun berusaha untuk bisa menggapainya. Target saya kesana pada tahun 2014 setelah saya sudah wisuda S1. Rencana wisuda bulan Maret 2014. Aamiin.
Setelah S2 di sana, saya ingin bekerja menjadi seorang dosen sekaligus bisa membuat sebuah perusahaan percetakan sendiri. Usaha itulah saya impikan,  termotivasi dari seorang kakak sepupu. Beliau bekerja sebagai tenaga pendidik, kepala sekolah SMA Favorit, dan sekarang beliau menjadi kepala Perpustakaan daerah Kabupaten Kebumen. Hal tersebut berhubungan erat dengan usahanya di dunia percetakan, setiap ada pembuatan buku dari sekolah, Foto Copy dari instansi dan rekan-rekan instansi, serta yang berhubungan dengan percetakan semua menjurus dan diurusi oleh perusahaan percetakan kakakku. Hal itulah yang memberikan saya semangat untuk bisa membangun perusahaan percetakan dan bisa menjadi dosen juga.
Rencana S3, saya belum ada pandanga, tetapi dalam lubuk hati saya menginginkan bisa meneruskan S3. Saya teringat pesan seorang teman bahwa suatu saat nanti jika saya ingin sekolah sampai tinggi, minta ijinlah kepada suami. Mungkin itu yang menjadi pertimbangan saya untuk ijin dulu ke suami untuk S3. Jika suami mengijinkan saya untuk mengambil gelar Doktor, saya ingin melanjutkan sekolah yang dekat dengan say berdomisili. Contoh: jika saya berdomisili di Solo, saya akan mengambil S3 di UNS.

Impianku
            Dalam skala kehidupanku, saya tidak ingin menjadi kura-kura dalam tempurung. Saya ingin melihat dunia luas, sejak kecil saya selalu bermimpi membangun sebuah sekolah alam yang nantinya bisa menjadi sekolah bagi mereka yang tidak mampu. Seiring berkembangnya pergaulan yang saya alami. Ketemulah saya dengan seorang pelopor bidang social, beliau saya sebut Master Indrawan Yepe. Saya kagum akan segala aktivitas beliau sebagai motivator dan pergerakan beliau di bidang social. Dari situlah saya memiliki inspirasi untuk bisa membangun sekolah non formal, yang nantinya dijadikan sebagai sekolah bagi mereka yang kurang mampu.

Gambaran Sekolah Alam Zulaekhah







Dari gambar tersebut, saya menginginkan ada keceriaan yang lepas dari seorang anak didik. Tidak ada tekanan, belajarpun akan enjoy. Saya memang suka sekali dengan anak-anak dan semua yang berhubungan dengan dunia anak-anak. Keinginanku untuk bermimpi membangun sekolah sendiri dengan tujuan memberikan kebebasan kepada anak untuk merasakan belajar di alam terbuka dan merasakan indahnya ciptaan Tuhan YME, hal tersebut juga bisa menjadikan sebuah pelajaran bagi mereka tentang arti bersyukur.
Selain sekolah alam, saya juga ingin membangun TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), Les Privat Ar Rachma, dan panti asuhan. Semoga itu bisa terlaksana. Aamiin. 

Jika kelak aku sukses tempat yang akan saya kunjungi:
1.      Pergi ke tanah suci tahun 2016

2.      Pergi ke Negeri Sakura tahun 2016

3.      Pergi ke Paris tahun 2017 bersama suami dan keluarga


4.      Pergi ke Malaysia

5.      Pergi ke Australia


Semoga dalam waktu lima tahun ke depan ini, saya bisa mengunjungi tempat tersebut. Aamiin. 

Kebumen, 5 Februari 2013 
Sang Pemimpi 

Siti Zulaekhah



Minggu, 22 Juni 2014

Senandung Ukhuwah



Di awal kita bersua
Kucoba untuk saling memahami
Keping-keping  di hati terajut dengan indah
Bersama persaudaraan kita
Rasakan persaudaran kita

Dan masapun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka kita jalani semua
Semata-mata harapkan ridhoNya

Sahabat…
Tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan robithoh pengikatnya
Jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua di Surga

_Sigma_




Kamis, 14 November 2013

It's My Dream

I will study in Jerman :)

Guten Morgen... (read: Selamat Pagi) 

Hari ini kurasakan hal yang berbeda.
Teringat wajah Bapak & Mama yang tak henti-hentinya mendoakanku.

Kakak-kakakku Mbak edah, Mbak Eli, Mbak Titin yang senantiasa mensuportku.
Dan yang utama adalah Alloh yang senantiasa membersamaiku di setiap langkahku.

Aku bersama impian...
Di setiap detik, saat kelengahan itu ada...
Pikiran tentang impian itupun muncul.

Kutempelkan 100 IMPIAN di dinding kamarku, itupun GAG CUKUP.
Banyak banget impian yang belum aku tulis.
Jika dihitung berapa lembar impian impianku???
tak akan bisa terhitung.

Salah satu impianku yang selama ini ku impikan adalah
"MAMPU BELAJAR DI JERMAN"
Menimba ilmu di sana dan memperdalam ilmu yang udah kudapat di Indonesia
Ya Alloh...
Semoga impianku terwujud dan bisa memanfaatkan ilmuku sebaik-baiknya. Aamiin


Bisa menjadi sukses Dunia Akhirat adalah tujuan utamaku
Bahagiakan orang tua adalah visi hidupku


_ekha_

Lov u too Mom, Dady, Mbak Titin, Mbak Eli, & Mbak Edah,




Senin, 18 Maret 2013

My essay


Mahasiswa Sebagai Penerus Tongkat Estafet Kepemimpinan  Menuju Indonesia Berdaya
Oleh : Siti Zulaekhah

Setiap orang tidak dapat hidup sendirian karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yaitu membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup. Dalam menjalani hidup, manusia selalu berinteraksi bukan hanya dengan sesamanya tetapi juga dengan lingkungan. Oleh karena itu, manusia selalu hidup bersama dan berdampingan membentuk sebuah kelompok, mulai dari yang terkecil yaitu keluarga.
            Sudah pasti tidak mudah menjalani hidup secara berkelompok mengingat masing-masing individu mempunyai kepentingan dan keinginan yang berbeda. Terkadang, masalah antarindividu maupun antarkelompok pun tidak dapat dihindari. Diperlukan jiwa kepemimpinan yang sejati dalam kehidupan ini. Jiwa yang haus untuk menegakkan keadilan, jiwa yang penuh dengan semangat dan kecerdasan sehingga mampu mengatasi masalah yang rumit sekalipun.
            Pada dasarnya dalam diri setiap manusia memiliki jiwa kepemimpinan karena ini memang merupakan anugerah dari-Nya. Minimal, seorang manusia harus dapat memimpin dirinya sendiri. Hendak berbuat apakah dirinya untuk kebaikan dan kualitas hidupnya. Jika seseorang telah mampu memimpin dirinya ke jalan yang benar, berarti ia mampu menjadi contoh bagi orang lain. Kepemimpinan yang sejati telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu’alahi wasallam. Pemimpin ala Rasulullah ialah pemimpin yang mampu memberikan keteladanan yang baik yaitu mampu memberikan contoh yang baik bagi orang-orang sehingga dapat mencetak pemimpin-pemimpin hebat selanjutnya.
            Mahasiswa, sebuah subjek intelektual harapan bangsa. ditangan mahasiswa, nasib bangsa Indonesia bertaruh. sebagai seorang mahasiswa, sudah sewajarnya kita berpikir idealis dan futuristik untuk nasib bangsa ini. Sudah menjadi suatu keharusan jika seorang pemuda intelektual belajar ilmu dan arti kepemimpinan. karena pada suatu saat nanti, kaum intelektual saat ini akan didapuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, menggantikan peran pemimpin-pemimpin bangsa saat ini.
Mahasiswa, sebagai subjek intelektual harapan bengsa dapat diartikan bahwa sudah seharusnya mahasiswa bukan menjadi problematika pembangunan bengsa Indonesia. Namun, sudah seharusnya menjadi problem solving dalam pembangunan bangsa. Membudayakan sikap terbuka, komunikatif, dan kritis dapat dijadikan pondasi awal untuk memcetak jiwa-jiwa pembangun dan jiwa-jiwa nasionalis dalam diri mahasiswa. Hal ini secara tidak langsung dapat mengikis praktek-praktek feodalisme di negeri ini. Organisasi mahasiswa intern maupun ekstra kampus dapat dijadikan tempat untuk menempa diri dan menumbuhkan budaya komunikatif dan kritis mahasiswa. Dengan mengadakan kajian strategis, debat, dan komunikasi banyak arah diharapkan dapat menumbuhkan jiwa Mahasiswa sebagai subjek pembangunan bangsa. Mahasiswa harus membuang jauh-jauh eksklusifisme dalam diri mahasiswa. Hal itu dimaksudkan agar mahasiswa dapat lebih mengerti dan memahami keadaan-keadaan umat dan bangsa.   Aspek kesejahteraan dapat menjadi parameter kemajuan bengsa. Banyaknya pengangguran warga Indonesia harus segera diatasi oleh mahasiswa sebagai kaum intelektual harapan bangsa.  Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO ) Sofyan Wanandi menyebutkan terjadinya pengangguran atau pencari kerja yang semakin tinggi di lingkungan kaum muda, selain adanya kesalahan paradigma kaum muda, juga akibat dari kuragnya pembekalan kaum muda dalam memasuki pasar kerja.  Hingga saat ini tercatat kurang lebih terdapat 11,1 juta penganggur dimana 374 ribu diantaranya merupakan sarjana ( Bob Ferdian: 2010 ). Mahasiswa sudah seharusnya mampu mencetak lapangan kerja melalui enterpreneurship. Menumbuhkan sikap idealis dan futuristik dikalangan mahasiswa, merupakan suatu hal yang sangat penting mengingat pemuda intelektual adalah subjek pembangunan bangsa. Sikap idealis dapat ditumbuhkembangkan selama mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan kampus yang bersifat atraktif, kritis, dan sosial. Keberadaan organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat membentuk kegiatan-kegiatan yang bersifat atraktif, kritis, dan sosial sehingga mahasiswa merasa perlu menumbuhkembangkan sikap idealis dan futuristik  dikalangan mahasiswa. Serta diharapkan idealisme mahasiswa  tidak luntur seiring berjalannya waktu. Artinya idealisme serta sikap futuristik mahasiswa tidak berhenti begitu saja setelah mahasiswa lulus dari perguruan tinggi.
Untuk menjadi negara maju, setidaknya 2 persen penduduk bergerak dibidang  enterpreneurship. Sedangkan penduduk yang bergerak dibidang enterpreneurshipsaat ini masih berkisar di angka 0.18 persen.  Jikapun tidak, mahasiswa nantinya diharapkan dapat menjadi pekerja-pekerja profesional yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan yang dipimpinnya, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru untuk kebutuhan peningkatan kinerja perusahaan.
Jiwa kepemimpinan mahasiswa harus ditumbuhkembangkan selama berada di lingkungan kampus. Regenerasi kepemimpinan harus dilakukan oleh bangsa ini, mengingat tidaklah mungkin generasi pemimpin bangsa sekarang terus-menerus mendapuk pilar kepemimipin bangsa ini hingga dua puluh tahun kedepan. Mahasiswa sebagi kaum intelektual harapan bangsa, sudah seharusnya menjadikan kampus menjadi tempat belajar dan melatih ketangkasan ( candradimuka ) dalam hal kepemimpinan. Melalui organisasi intra kampus maupun organisasi ekstra kampus mahasiswa dapat berlatih hal-hal berkaitan tentang Leadership.
Di zaman modern yang penuh dengan kompetisi ini, sudah sewajarnya dan seharusnya mahasiswa sebagai kaum intelektual harapan bangsa menghilangkan eksklusifismepada diri masing-masing. Sebab hal tersebut dapat mengurangi rasa kepekaan mahasiswa terhadapa nasib kaum dan bangsa ini. Selain itu sikap kritis, terbuka, futuristik, dan idealis harus ditumbuhkembangkan dikalnangan pemuda inteleltual sebagai subjek pembangunan. Dengan berorganisasi, sikap-sikap tersebut dapat ditumbuhkembangkan. Namun bukan berarti berorganisasi merupakan satu-satunya jalan untuk membentuk sikap-sikap tadi. Namun disini mempunyai arti bahwa berorganisasi turut andil dalam membentuk sikap-sikap tersebut. Banyak jalan lain untuk menumbuhkembangkan sikap kritis, terbuka, futuristik, dan idealis diantara melalui kegiatan keilmiahan, enterpreneurship, maupun membudayakan budaya diskusi.  Diabad yang serba modern ini diaharapkan Mahasiswa sebagai kaum intelektual subjek pembangunan bangsa dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan saat ini di masa yang akan datang kelak. Agar tercapai visi dan misi bangsa Indonesia dan menjadikan bangsa Indonesia berdaya.


Senin, 04 Februari 2013

Blue is my favorite colour

Kenapa aku suka warna biru?????


Sampai sekarangpun aku gag bisa menjawab pertanyaan itu. Menurutku warna biru adalah lambang kedamaian. Keinginanku untuk memiliki barang-barang yang berwarna biru adalah sebuah sesuatu yang aku  idamkan. Uhmmm...jika suamiku kelak tanya..."aku harus jawab apa ya????" hikssss.......
Gag berfikiran mpe situ dulu dech.....
Perasaan suka dengan benda ataupun dengan warna itu kan datang secara spontan. Kitapu gag tahu apa lasannya.
Indah aza dipandang......^_^

***impian kelak:
  • punya rumah warna bercat biru
  • punya mobil berwarna biru
  • .........Aamiin



Minggu, 03 Februari 2013

Sop Sapi dan Tempe Mendoan Khas Kebumen

Masak Hari ke 2
(Sop Sapi dan Tempe Mendoan)


Waaahhh.....senengnya,,,
Akhirnya aku bisa masak dengan rasa yang special..
Uhmmmm.....nyaammmmiiii.....
Pukul 09.00 kumulai belanja bahan-bahan untuk memasak sop sapi dan tempe mendoan. Aku ditemani sahabatku tercinta namanya Hany.
Kutelusuri seisi pasar akhirnya kubeli semua bahan yang dibutuhkan disana. Bahan-bahannya sebagai berikut:

  • Sop Sapi Special ala Ekha dan Hany
Bahan : 
  1. Wortel
  2. Kubis
  3. Bakso
  4. Daun bawang
  5. Daun Slesdri
  6. Gorengan bawang merah
  7. Daging sapi
Bumbu:
  1. Mrica
  2. Pala
  3. Bawang putih
  4. Garam
Cara membuat:
  1. Membuat kaldu sop terlebih dahulu, daging sapi direbus menggunakan air yang akan dijadikan kuah sop.
  2. Sambil menunggu daging sapi matang, haluskan semua bumbu (garam, mrica, pala, bawang putih), setelah itu digoreng dengan minyak goreng sebentar.
  3. Setelah daging sapi dah matang, masukkan bumbu yang sudah digoreng tadi ke dalam daging sapi yang sudah ada airnya tersebut. Di campur jadi satu.
  4. Kemudian semua sayuran yang sudah dipotong-potong dimasukkan jadi satu ke dalam kuah sop.
  5. Diaduk sampai merata, tunggu sampai mendidih.
  6. Setelah matang dan mendidih, taburkan bawang merah yang sudah digoreng.
  7. Selesai dech....^_^
  • Tempe Mendoan khas Kebumen ala Ekha 
Bahan:
  1. 6 Tempe tipis
  2. 1/4 kg Tepung terigu
  3. 5 sendok Tepung beras
  4. Daun bawang
Bumbu:
  1. Garam
  2. Kemiri
  3. Bawang putih
Cara memasak
  1. Kupas tempe dari bungkusnya (daun pisang atau plastik)
  2. Haluskan semua bumbu (garam, kemiri, bawang putih)
  3. Kemudian campur bumbu tersebut dengan tepung terigu, tepung beras, dan irisan daun bawang putih, serta tuangkan air secukupnya.
  4. Ingat adonan tidak boleh terlalu kental dan tidak boleh terlalu cair...Jadi sedang2 aza...^_^
  5. Setelah itu campurkan tempe + adonan tepung tadi, kemudian goreng dech...
  6. Kalau di Kebumen....tempe mendoan itu digoreng tidak terlalu kering dan dimakan saat masih setengah panas....*Rasanya lebih ueeenaaakkk....Apalagi dicolek sambal...uhmmmm...




Tararaaaaaaaaaaaa.....
Akhirnya selesai juga memasaknya....^_^
Uhmmm...siap untuk dihidangkan.

Alhamdulillah.......^_^


Belajar memasak


"Kata siapa ekha gag bisa masak....
hehehehe...."

Kata-kata itulah yang membuat aku bertekad untuk bisa belajar memasak. Perjalananku pulang hari ini memberikan sebuah perenungan dimana aku harus mampu membuat masakan. Masa udah sebesar ini belum bisa masak....uhmmm


Pagi hari yang indah, aku dibangunin oleh seorang kakak yang baik hati. Akupun siap2 untuk berangkat menuju stasiun balapan diantar oleh mbak Isti yang baik hati. Sampai stasiun balapan sekitar pukul 05.15. Akupun langsung menuju loket pembelian tiket pramek. Setelah kudapatkan tiket itu aku menunggu sebentar kedatangan pramek. Tidak lama kemudian pramekpun dataaaaaaaaaaaaaang.
Pilihan pertama jatuh yaitu menuju ke gerbong khusus wanita. Disitulah kebiasaanku untuk menikmati kenyamanan di dalam pramek.Pramek akhirnya berangkat tepat jam 05.30. Uhmmm...suasana masih gelap...udara masih berkabut suasana di dalam pramekpun masih sepi. Kunikmati suasana itu, sambil berfikir kapan ya aku bisa masak???heheheh
Di dalam kereta aku sudah bertekad untuk bisa belajar masak. Dalam pikiranku terbesit sebuah kalimat: "ekha...ayo belajar masaaaakkk....".Yeah....
Singkat kataaaaa.....sampai di rumah, akupun mulai meracik apa yang harus aku masak hari ini...Tara ra ra raaaaaaaaaaaaa.....*saat sarapan aku dikasih hidangan capcay ma mama...& akhirnya akupun berfikir:"yeah...aku masak capcay hari ini....shiiip."
Kumulai rehat sebentar setelah perjalanan sekitar 3,5jam dari solo - kebumen. Terbangun dari rehat aku mulai  keluar rumah dan belanja bahan2 masakan untuk membuat capcay. Bahannya:
  1. kubis
  2. wortel
  3. daun sledri
  4. daun bawang
  5. tomat
  6. tepung
Bumbunya: 
  1. garam
  2. merica
  3. pala
  4. bawang putih
  5. bawang merah
Akhirnya.....
Jadilah "CAPCAY ALA EKHA"

maap....agak buram dikit....

Kata ortu: enak...enak ndu